Stupid Writer

Pada tanggal 14 Februari 2019, saya mengikuti Study Ekskursi yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia Malang, dengan tujuan kantor PT. Terminal Petikemas Surabaya dan PT. Perkebunan Nusantara X. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan mahasiswa STIKI Malang terhadap bagaimana peran teknologi informasi di dunia kerja.

Salah satu yang membuat saya tertarik adalah ketika kami berada di Kantor PT. Perkebunan Nusantara X. Di kesempatan berbincang dengan Kepala Staf IT disini, kami mendapat pengalaman melihat langsung bagaimana penerapan SAP dalam pengelolaan data yang ada di PT. Perkebunan Nusantara X. SAP kepanjangan dari System Application and Product in Data Processing, yang merupkan salah satu dari software yang berbasis ERP atau Enterprise Resources Planning yang digunanakan untuk memudahakan sebuah perusahaan dalam perihal manajemen, perencanaan, hingga melakukan operasionalnya secara efektif dan efisien.

Dalam SAP sendiri sebenarnya terdapat beberapa modul yang digunakan, yaitu: (1) Sales and Distribution, yang dimana modul ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam mengurus kegiatan operasional yang berkaitan dengan pengelolaan customer order, seperti contoh: shipping dan billing. (2) Material Management. (3) Production Planning. (4) Financial Accounting. (5) Controlling. 

Untuk pengimplementasian SAP sendiri dalam perusahaan, harus disesuaikan dengan profil dan kebutuhan perusahaan tersebut. Banyaknya produk SAP yang ada di Indonesia, membuat kita lumayan kebingungan untuk memilih SAP yang mana yang harus dipakai, oleh karena itu melakukan perencanaan yang benar-benar matang agar SAP dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan sangat dibutuhkan. Dengan kerumitan yang sedemikian rupa, PT. Perkebunan Nusantara X mampu mengimplementasikan SAP dengan sangat baik.

Karena SAP merupakan sistem yang terintegrasi dan menyeluruh, tentunya penerapan dalam perusahaan membutuhkan biaya yang cukup besar, di PT. Perkebunan Nusantara biaya untuk satu user menghabiskan sekitar 11 juta rupiah. Dengan mahalnya biaya tersebut, SAP memang tidak cocok jika hanya digunakan oleh perusahaan yang tidak memiliki target bisnis yang jelas, malah cenderung merugikan dan kurang maksimal. Namun apabila SAP ini digunakan oleh persahaan yang memiliki target bisnis yang jelas, fungsi SAP dalam memaksimalkan pengendalian data dan informasi akan sangat maksimal.

Keperluan SDM Cyber Security dengan kemampuan yang baik sangat dibutuhkan di masa digital sekarang ini. Pada sekarang ini dengan global ataupun di Indonesia, memiliki kekurangan terhadap keperluan serta persiapan SDM Cyber Security baik untuk Pemerintahan ataupun untuk bidang private serta industri. Perihal ini jadi perhatian penting Pemerintah untuk pemenuhan keperluan SDM Cyber Security Nasional.

Born To Protect ialah satu program dengan kegiatan terpadu untuk menjaring gladiator-gladiator muda di bagian Cyber security. Program ini digagas oleh Xynexis serta di dukung seutuhnya oleh KOMINFO. Pertandingan ini ialah Pertandingan Cyber Security Nasional yang diinginkan tiap-tiap tahun dapat menjaring 10.000 kanditat talenta Cyber Security Indonesia.

Untuk dapat mengumpulkan bakat-bakat Gladiator Cyber security, Born to Protect akan ada di 10 kota di Indonesia.

Program Pertandingan ini akan pilih 100 gladiator IT untuk dididik jadi Jagoan Cyber Security di moment DIGITAL CAMP saat 2 Minggu. Dengan dibantu Mentor-mentor andal diinginkan dapat membuat talenta yang berkualitas dari generasi muda Indonesia.

Pekerjaan Born To Protect edisi ketiga kalinya ini diselenggarakan di Lokasi Malang, Jawa Timur. Program ini digagas oleh Xynexis serta di dukung seutuhnya oleh Kementerian Komunikasi serta Informatika. Acara itu diadakan pada Sabtu, 21 Oktober 2017, berada di STIKI Malang – Jawa Timur. Roadshow Born To Protect Malang yang diutamakan untuk semua peserta dari semua lokasi Jawa timur ini nyatanya mengundang apresiasi positif dari mahasiswa serta penduduk umum dengan keseluruhan peserta seminar serta hacking kontes di kota itu sekitar 897 peserta yang terbagi dalam 672 peserta yang lakukan register dengan online serta 225 peserta lakukan pendaftaran off line.
Google Maps adalah jasa peta gratis dan online disediakan oleh Google yang dapat ditemukan di https://maps.google.com. Pada situs tersebut kita dapat melihat informasi geografis pada hampir semua wilayah di muka bumi. Layanan ini interaktif, karena di dalamnya peta dapat digeser sesuai keinginan pengguna, mengubah tingkat zoom, serta mengubah tampilan peta. Google maps juga menawarkan peta yang dapat diseret dan gambar setelit untuk seluruh dunia, serta menawarkan rute perjalanan.

Apa itu Google Maps dan Cara Kerja Google Maps?

Cara Kerja Google Maps

Google Maps dibuat dengan menggunakan kombinasi dari gambar peta, database, serta objek-objek interaktif yang dibuat dengan bahasa pemrograman HTML, Javascript, dan AJAX, serta beberapa bahasa pemrograman lainnya. Gambar-gambar peta yang muncul pada layar merupakan hasil komunikasi dari pengguna dengan database pada web server google untuk menampilkan gabungan dari potongan-potongan gambar yang diminta. Seluruh citra yang ada diintegrasikan ke dalam suatu database pada google server, yang nantinya akan dipanggil sesuai kebutuhan permintaan. Bagian-bagian gambar peta yang merupakan gabungan dari gambar-gambar yang berukuran 256 x 256 pixel. Tiap-tiap 256 x 256 tile mewakili gambar tertentu dalam longitude, latitude, dan zoom level tertentu.

Google Maps API

Google Maps Application Programming Interface (API) merupakan suatu fitur aplikasi yang dikeluarkan oleh google untuk memfasilitasi pengguna yang ingin mengintegrasikan Google Maps ke dalam website masing-masing dengan menampilkan data point milik sendiri. Dengan menggunakan Google Maps API, Google Maps dapat di-embed pada website eksternal. Agar aplikasi Google Maps dapat muncul di website tertentu, diperlukan adanya API key. API key merupakan kode unik yang digenerasikan oleh google untuk suatu website tertentu, agar server Google Maps dapat mengenali. 

Pada Google Maps API terdapat 4 jenis pilihan model peta yang disediakan oleh Google, diantaranya adalah:
  1. Roadmap, untuk menampilkan peta biasa 2 dimensi.
  2. Satellite, untuk menampilkan foto satelit.
  3. Terrain, untuk menunjukkan relief fisik permukaan bumi dan menunjukkan seberapa tingginya suatu lokasi, contohnya akan menunjukkan gunung dan sungai.
  4. Hybrid, akan menunjukkan foto satelit yang diatasnya tergambar pula apa yang tampil pada roadmap (jalan dan nama kota).
Demikian penjelasan tentang Apa itu Google Maps dan cara kerjanya.
Semoga Bermanfaat 
Langganan: Postingan ( Atom )

ABOUT AUTHOR

LATEST POSTS

Blogger templates

Instagram

Blog Archive

  • ▼  2019 (2)
    • ▼  Februari (1)
      • Implementasi System Application and Product in Dat...
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  November (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

duuna
Lihat profil lengkapku

Latest Posts

Blogroll

Flickr

About

Copyright 2014 Stupid Writer.
Designed by OddThemes